Minggu, 30 Agustus 2015

ringkasan teori belajar..dari berbagai sumber....referensi

Hidayat Samin

A.      Ringkasan Teori Belajar Para Ahli Barat

1.      Teori Belajar Menurut Skinner
teori belajar B.F Skinner adalah sebagai berikut:
Beberapa unsur dasar dalam teori operan kondisioning Skinner dijelaskan pada tabel berikut:
Unsur Dasar
Definisi
Asumsi
Perubahan tingkah laku ialah fungsi dari kondisi dari lingkungan dan peristiwa
Belajar
Perubahan tingkah laku ditunjukkan oleh meningkatnya keseringan respon.
Hasil belajar
Respons yang baru (tingkah laku)
Komponen Belajar
(SD)-(R)-(R Reinsf)
Perancangan pembelajaran untuk belajar yang kompleks
Merancang urutan stimulus – respon – penguatan untuk mengembangkan himpunan respons kompleks.
Isi pokok dalam merancang pembelajaran
Pemindahan kendali stimulus, waktu penguatan; menghindarkan hukuman.
Teori belajar operan kondisioning  Skinner memberi banyak kontribusi untuk praktik pengajaran. Konsekuensi penguatan dan hukuman adalah bagian dari kehidupan dan murid. Jika dipakai secara efektif, pandangan teori ini akan mendapat membantu para guru dalam pengelolaan kelas. Demikian pula prinsip-prinsip dan hukum-hukum belajar yang tertuang dalam teori ini akan membantu guru dalam menggunakan pendekatan pengajaran yang cocok untuk mencapai hasil belajar dan perubahan tingkah laku yang positif bagi anak didik.
kritik terhadap teori pengkondisian operan Skinner adalah seluruh pendekatan itu terlalu banyak menekankan pada control eksternal atas perilaku murid. Teori ini berpandangan bahwa strategi yang lebih baik adalah membantu murid belajar mengontrol perilaku mereka sendiri dan menjadi termotivasi secara internal. Beberapa kritikus mengatakan bahwa bukan ganjaran dan hukuman yang akan mengubah perilaku, namun keyakinan atau ekspektasi bahwa perbuatan tertentu akan diberi ganjaran atau hukuman. atau dengan kata lain teori behaviorisme tidak memberi cukup perhatian pada proses kognitif dalam proses belajar.
   
2.      Ivan Petrovich Pavlov (1849-1936).
Ivan Petrovich Pavlov (1849-1936) adalah seorang behavioristik terkenal dengan teori pengkondisian asosiatif stimulus-respons.
Menurut teori conditioningPavlov, belajar itu adalah suatu proses perubahan yang terjadi karena adanya syarat-syarat (conditions) yang kemudian menimbulkan reaksi (response).
Eksperimen Pavlov: Anjing, bila diberikan sebuah makanan (UCS) maka secara otonom anjing akan mengeluarkan air liur (UCR).Jika anjing dibunyikan sebuah bel maka ia tidak merespon atau mengeluarkan air liur.Sehingga dalam eksperimen ini anjing diberikan sebuah makanan (UCS) setelah diberikan bunyi bel (CS) terlebih dahulu, sehingga anjing akan mengeluarkan air liur (UCR) akibat pemberian makanan. Setelah perlakukan ini dilakukan secara berulang-ulang, maka ketika anjing mendengar bunyi bel (CS) tanpa diberikan makanan, secara otonom anjing akan memberikan respon berupa keluarnya air liur dari mulutnya (CR).
Aplikasi teori Pavlov dalam pembelajaran adalah dengan guru tidak banyak memberi ceramah, tetapi instruksi singkat yng diikuti contoh-contoh baik dilakukan sendiri maupun melalui simulasi. Bahan pelajaran disusun secara hierarki dari yang sederhana sampai pada yang kompleks.


3.      Robert Gagne ( 1916-2002).
Gagne adalah seorang psikolog pendidikan berkebangsaan amerika yang terkenal dengan penemuannya berupa condition of learning. Gagne pelopor dalam instruksi pembelajaran yang dipraktekkannya dalam training pilot AU Amerika. Ia kemudian mengembangkan konsep terpakai dari teori instruksionalnya untuk mendisain pelatihan berbasis komputer dan belajar berbasis multi media. Teori Gagne banyak dipakai untuk mendisain software instruksional.
Gagne disebut sebagai Modern Neobehaviouris mendorong guru untuk merencanakan instruksional pembelajaran agar suasana dan gaya belajar dapat dimodifikasi. Ketrampilan paling rendah menjadi dasar bagi pembentukan kemampuan yang lebih tinggi dalam hierarki ketrampilan intelektual. Guru harus mengetahui kemampuan dasar yang harus disiapkan. Belajar dimulai dari hal yang paling sederhana dilanjutnkan pada yang lebih kompleks ( belajar SR, rangkaian SR, asosiasi verbal, diskriminasi, dan belajar konsep) sampai pada tipe belajar yang lebih tinggi (belajar aturan dan pemecahan  masalah). Prakteknya gaya belajar tersebut tetap mengacu pada asosiasi stimulus respon.
Implikasi Teori Gagne dalam Pembelajaran
a.       Mengontrol perhatian siswa.
b.      Memberikan informasi kepada siswa mengenai hasil belajar yang diharapkan guru.
c.       Merangsang dan mengingatkan kembali  kemampuan-kemampuan siswa.
d.      Penyajian stimuli yang tak bisa dipisah-pisahkan dari tugas belajar.
e.       Memberikan bimbingan belajar.
f.       Memberikan umpan balik.
g.      Memberikan kesempatan pada siswa untuk memeriksa hasil belajar yang telah dicapainya.
h.      Memberikan kesempatan untuk berlangsungnya transfer of learning.
i.        Memberikan kesempatan untuk melakukahn praktek dan penggunaan kemampuan yang baru diberikan.

4.      Teori belajar Piaget
Piaget mengemukakan penahapan dalam perkembangan intelektual anak yang dibagi ke dalam empat periode, yaitu :
Periode sensori-motor ( 0 – 2,0 tahun )
Periode pra-operasional (2,0 – 7,0 tahun )
Periode operasional konkret ( 7,0 – 11,0 tahun )
Periode opersional formal ( 11,0 – dewasa )

Terori Piaget mengenai perkembangan kognitif mendenisikan kembali intelegensi, pengetahuan, dan hubungan dengan lingkungannya. Perkembangan kognitif mempunyai 4 aspek yaitu kematangan, pengalaman, interaksi social, dan ekuilibrasi
Menurut Piaget setiap organisme hidup cenderung untuk melakukan adaptasi dan organisasi. Dalam proses adaptasi dan organisasi rerdapat 4 konsep dasar yaitu skema, asimilasi, akomodasi, dan ekuilibrasi
Skema adalah struktur kognitif yang digunakan organisme untuk mengadaptasi diri terhadap lingkungannya dan menata lingkungan itu secara intelektual.
Asimilasi adalh proses yang digunakan seseorang untuk mengintegrasikan bahan persepsi baru atau stimuklus baru ke dalam skemata atai pola perilaku yang sudah ada.

5.      Teori pembelajaran vygosky
Teori Vygotsky merupakan teori yang lebih mengacu pada kontruktivisme. Karena ia lebih menekan pada hakikat pembelajaran sosiokultural.
konsep teori perkembangan kognitif vygotsky berikut terdapat pada tiga hal:
a)         hukum genetic tentang perkembangan (genetic law of development)
b)         zona perkembangan proksimal (zone of proximal development)
c)         mediasi
Vygotsky mengemukakan tiga kategori pencapaian siswa dalam upayanya memecahkan permasalahan, yaitu (1) siswa mencapai keberhasilan dengan baik, (2) siswa mencapai keberhasilan dengan bantuan, (3) siswa gagal meraih keberhasilan.

6.      Bruner
Jerome Bruner adalah tokoh psikologi belejar kognitif yang berpendapat bahwa belajar itu memiliki tiga proses secara simultan yakni:
(a)           diperolehnya informasi
(b)          transformasi pengetahuan, dan
(c)           pengkajian pengetahuan (evaluasi).
Informasi baru mungkin merupakan tambahan atau yang bertentangan dengan informasi yang telah dimilikinya. Transformasi pengetahuan digunakanlebih lanjut melalui intrapolasi dan ekstrapolasi atau mengubahnya dalam bentuk lain. Pengkajian pengetahuan adalah menilai kembali ketetapan dan kelengkapan cara memanipulasi informasi yang telah digunakannya. Bruner menamakan konsep ini dengan konseptualisasi. Pengajaran yang baik hendaknya memperhatikan dan mencakup:
(a)                pengalaman optimal dalam belajar siswa
(b)                struktur pengetahuan yang dapat membentuk pengalaman optimal
(c)                urutan penyajian bahan pelajaran
(d)               peranan sukses dan gagal
(e)                merangsang berpikir siswa.



B.     Tabel perbandingan teori para ahli
No
Nama penemu
Tahun ditemukan
Isi
Kelebihan
Kekurangan
Beda antar teori
1
B.F Skinner
1930-an
Menurut Skinner Inti dari teori behaviorisme Skinner adalah Pengkondisian operan (kondisioning operan). Pengkondisian operan adalah sebentuk pembelajaran dimana konsekuensi-konsekuensi dari prilaku menghasilkan perubahan dalam probabilitas prilaku itu akan diulangi. Ada 6 asumsi yang membentuk landasan untuk kondisioning operan (Margaret E. Bell Gredler, hlm 122). Asumsi-asumsi itu adalah sebagai berikut:
1.      Belajar itu adalah tingkah laku.
2.      Perubahan tingkah-laku (belajar) secara fungsional berkaitan dengan adanya perubahan dalam kejadian-kejadian di lingkungan kondisi-kondisi lingkungan.
3.      Hubungan yang berhukum antara tingkah-laku dan lingkungan hanya dapat di tentukan kalau sifat-sifat tingkah-laku dan kondisi eksperimennya di devinisikan menurut fisiknya dan di observasi di bawah kondisi-kondisi yang di control secara seksama.
4.      Data dari studi eksperimental tingkah-laku merupakan satu-satunya sumber informasi yang dapat di terima tentang penyebab terjadinya tingkah laku.

Pada teori ini, pendidik diarahkan untuk menghargai setiap anak didiknya. hal ini ditunjukkan dengan dihilangkannya sistem hukuman. Hal itu didukung dengan adanya pembentukan lingkungan yang baik sehingga dimungkinkan akan meminimalkan terjadinya kesalahan.
aplikasi Pengkondisian operan telah dilakukan diluar riset laboratorium, antara lain dikelas, rumah, setting bisnis, rumah sakit, dan tempat lain di dunia nyata
teori ini berdasarkan analisa teknologi (Margaret E. B. G. 1994) adalah bahwa: (i) teknologi untuk situasi yang kompleks tidak bisa lengkap; analisa yang berhasil bergantung pada keterampilan teknologis, (ii) keseringan respon sukar diterapkan pada tingkah laku kompleks sebagai ukuran peluang kejadian. Disamping itu pula, tanpa adanya sistem hukuman akan dimungkinkan akan dapat membuat anak didik menjadi kurang mengerti tentang sebuah kedisiplinan. hal tersebuat akan menyulitkan lancarnya kegiatan belajar-mengajar. Dengan melaksanakan mastery learning, tugas guru akan menjadi semakin berat.
Beberapa Kekeliruan dalam penerapan teori Skinner adalah penggunaan hukuman sebagai salah satu cara untuk mendisiplinkan siswa. Menurut Skinner hukuman yang baik adalah anak merasakan sendiri konsekuensi dari perbuatannya. Misalnya anak perlu mengalami sendiri kesalahan dan merasakan akibat dari kesalahan. Penggunaan hukuman verbal maupun fisik seperti: kata-kata kasar, ejekan, cubitan, jeweran justru berakibat buruk pada siswa.
Berbeda dngan teori vaplov
2
Ivan Petrovich Pavlov
1849-936

Dalam ekperimennya bagaimana cara untuk membentuk perilaku anjing agar ketika bunyi bel di berikan ia akan merespon dengan mengeluarkan air liur walapun tanpa diberikan makanan. Karena pada awalnya anjing tidak merespon apapun ketika mendengar bunyi bel.
Jika anjing secara terus menerus diberikan stimulus berupa bunyi bel dan kemudian mengeluarkan air liur tanpa diberikan sebuah hadiah berupa makanan. Maka kemampuan stimulus terkondisi (bunyi bel) untuk menimbulkan respons (air liur) akan hilang. Hal ini disebut dengan extinction  atau penghapusan.
teori pengkondisian asosiatif stimulus-respons.
individu tidak menyadari bahwa ia dikendalikan oleh stimulus yang berasal dari luas dirinya, hal ini sangat membantu dan memudahkan pendidik dalam dunia pendidikaan untuk melakukan pembelajran terhadap peserta didiknya.
jika kondsisi ini dialkakukan secara terus menerus, maka ditakutkan murid akan mamilki rasa ketergantungan atas stimulus yang berasal dari luar dirinya. Padahal seharusnya siswa didik atau anak harus memilki stimulusdari dalam dirinya sendiri (self motivation) dalam melakukan kegiatan belajar dan pemahaman yang diberikan oleh guru.

Berbeda dengan teori B.F Skinner
3
Robert Gagne
1916-2002
condition of learning. instruksi pembelajaran yang dipraktekkannya dalam training pilot AU Amerika. Ia kemudian mengembangkan konsep terpakai dari teori instruksionalnya untuk mendisain pelatihan berbasis komputer dan belajar berbasis multi media.
sebagai Modern Neobehaviouris mendorong guru untuk merencanakan instruksional pembelajaran agar suasana dan gaya belajar dapat dimodifikasi. Ketrampilan paling rendah menjadi dasar bagi pembentukan kemampuan yang lebih tinggi dalam hierarki ketrampilan intelektual. Guru harus mengetahui kemampuan dasar yang harus disiapkan. Belajar dimulai dari hal yang paling sederhana dilanjutnkan pada yang lebih kompleks ( belajar SR, rangkaian SR, asosiasi verbal, diskriminasi, dan belajar konsep) sampai pada tipe belajar yang lebih tinggi (belajar aturan dan pemecahan  masalah). Prakteknya gaya belajar tersebut tetap mengacu pada asosiasi stimulus respon.
mendorong guru untuk merencanakan pembelajaran yang akan dilakukan. Sehingga pembelajaran menjadi lebih terarah dan terstruktur. Selain itu agar suasana dan gaya belajar dapat dimodifikasi sebaik mungkin. Dimana inti dari kegiatan pembelajaran adalah menyajikan cirri-ci stimulis,memberikan pedoman belajar,memunculkan kinerja,dan memberikan tanggapan dan umpan balik,
Memperoleh kemampuan yang membutuhkan praktek dan kebiasaan
Cocok untuk melatih anak-anak yang masih membutuhkan dominasi orang tua, sehingga dapat dikendalikan


Pembelajaran siswa yang berpusat pada guru (teacher centered learning), dimana guru bersifat otoriter, komunikasi berlangsung satu arah, guru melatih dan menentukan apa yang harus dipelajari murid.

Bersifat meanistik

Hanya berorientasi pada hasil yang diamati dan diukur

Murid hanya mendengarkan dengan tertib penjelasan guru dan menghafalkan apa yang didengar dan dipandang sebagai cara belajar yang efektif.


4.
piaget
1972
Teori ini menjelaskan bagaimana anak beradaptasi dengan mengintepretasikan objek keajian-kejadian disekitarnya. Bagaimana anak mempelajari ciri-ciri dan fungsi dari objek-objek, seperti mainan, perabot, dan makanan, serta objek-objek social seperti diri, orang tua dan teman.
Dalam teori ini masa remaja awal adalah tahap dimana anak berpikir konkret secara operasional menuju ke berfikir formal secara operasional pula. Piaget mengakui bahwa perubahan otak pada masa pubertas mungkin diperlukan untuk kemajuan kognitif pada usia remaja. Tahap-tahap perkembangan kognitif piaget:
a. Sensori-motorik (0-2 tahun)
Menunjuk pada konsep permanensi objek, yaitu kecakapan psikis untuk mengerti bahwa suatu objek masih tetap ada. Meskipun pada waktu itu tidak tampak oleh kita dan tidak bersangkutan dengan aktivitas pada waktu itu. Tetapi, pada stadium ini permanen objek belum sempurna.
b. Praoperasional (2-7 tahun)
Perkembangan kemampuan menggunakan simbol-simbol yang menggambarkan objek yang ada di sekitarnya. Berpikir masih egosentris dan berpusat.
c. Operasional (7-11 tahun)
Mampu berpikir logis. Mampu konkret memperhatikan lebih dari satu dimensi sekaligus dan juga dapat menghubungkan dimensi ini satu sama lain. Kurang egosentris. Belum bisa berpikir abstrak.
d. Operasional Formal (11 tahun-dewasa)
Mampu berpikir abstrak dan dapat menganalisis masalah secara ilmiah dan kemudian menyelesaikan masalah.
Menjadikan siswa lebih kreatif dan mandiri.
Membantu siswa memahami bahan belajar secara lebih mudah.
Dapat meningkatkan kemampuan siswa untuk memecahkan masalah (problem solving
Dapat meningkatkan motivasi

Teori ini tidak menyeluruh untuk semua tingkat pendidikan.
Sulit dipraktikkan, khususnya di tingkat lanjut.
Tidak dapat diukur hanya satu orang siswa saja, melainkan kita harus melihat kemampuan mereka

Berbeda dengan teori behavior
5
Lev vygotsky
1962
1. Teori belajar Vygotsky memberi penekanan pada hakikat sosiokultural dari pembelajaran. Vygotsky menyatakan bahwa pembelajaran terjadi apabila peserta didik bekerja atau belajar dalam zone of proximal development. Zone of proximal developmnet merupakan celah antara actual development dan potensial development, dimana antara apakah seorang anak dapat melakukan sesuatu tanpa bantuan orang dewasa dan apakah seorang anak dapat melakukan sesuatu dengan arahan orang dewasa atau kerjasama dengan teman sebaya
2. Teori Vigotsky dalam kegiatan pembelajaran juga dikenal apa yang dikatakan scaffolding yaitu memberikan sejumlah besar dukungan kepada anak selama tahap-tahap awal pembelajaran dan kemudian mengurangi bantuan dan memberikan kesempatan kepada anak itu untuk mengambil tanggung jawab yang semakin besar segera setelah ia mampu melakukannya sendiri
3. Bentuk penerapan teori belajar Vygotsky adalah melalui metode pembelajaran kooperatif dan metode pembelajaran peer tutoring (tutor sebaya).
4. Metode Pembelajaran Kooperatif adalah suatu metode pembelajaran yang menekankan pada sikap atau perilaku bersama dalam bekerja atau membantu di antara sesama dalam struktur kerjasama yang teratur dalam kelompok, yang terdiri dari dua orang atau lebih
5. Pembelajaran dengan tutor sebaya adalah sebuah prosedur siswa mengajar siswa lainnya. Pembelajaran dengan tutor sebaya dilakukan atas dasar bahwa ada sekelompok siswa yang lebih mudah bertanya, lebih terbuka dengan teman sendiri dibandingkan dengan gurunya.
Anak memperoleh kesempatan yang luas untuk mengembangkan zona perkembangan proksimalnya atau potensinya melalui belajar dan berkembang.
2)      Pembelajaran perlu lebih di kaitkan dengan tingkat perkembangan potensialnya daripada tingkat perkembangan aktualnya.
3)      Pembelajaran lebih diarahkan pada penggunaan strategi untuk mengembangkan kemampuan intermentalnya dari pada kemampuan intramentalnya.
4)      Anak diberi kesempatan yang luas untuk mengintegrasikan pengetahuan deklaratif yang telah dipelajarinya dengan pengetahuan procedural yang dapat digunakan untuk melakukan tugas-tugas dan memecahkan masalah.
  D alam bahasan kekurangan atau kelemahan ini mungkin bisa kita lihat dalam proses belajarnya dimana peran guru sebagai pendidik sepertinya kurang begitu mendukung.

Piaget
6
Jerome bruner
1964
pada teori belajar yang lain yaitu tentang ”Discovery Learning” yaitu belajar dengan menemukan konsep sendiri. Disamping itu, karena teori Bruner ini banyak menuntut pengulangan-pengulangan, maka desain yang berulang-ulang itu disebut ”kurikulum spiral (a Spiral Curriculum)”. Secara singkat, kurikulum spiral menuntut guru untuk memberi materi pelajaran setahap demi setahap dari yang sederhana ke yang kompleks, dimana materi yang sebelumnya sudah diberikan suatu saat muncul kembali secara terintegrasi di dalam suatu materi baru yang lebih kompleks. Demikian seterusnya sehingga siswa telah mempelajari suatu ilmu pengetahuan secara utuh.Menurut Bruner cara menyajikan pelajaran harus disesuaikan dengan derajat berfikir anak. Ada tiga tahap berfikir anak yaitu tahap enaktif, ikonik, dan simbolik.

1.      Belajar penemuan dapat digunakan untuk menguji apakah belajar sudah bermakna.
2.      Pengetahuan yang diperoleh si belajar akan tertinggal lama dan mudah diingat.
3.      Belajar penemuan sangat diperlukan dalam pemecahan masalah sebab yang diinginkan dalam belajar agar si belajar dapat mendemonstrasikan pengetahuan yang diterima.
4.      Transfer dapat ditingkatkan di mana generalisasi telah ditemukan sendiri oleh si belajar daripada disajikan dalam bentuk jadi.
5.      Penggunaan belajar penemuan mungkin mempunyai pengaruh dalam menciptakan motivasi belajar.
6.      Meningkatkan penalaran si belajar dan kemampuan untuk berfikir secara bebas.




Belajar Penemuan ini memerlukan kecerdasan anak yang tinggi. Bila kurang cerdas, hasilnya kurang efektif.
2.      Teori belajar seperti ini memakan waktu cukup lama dan kalau kurang terpimpin atau kurang terarah dapat menyebabkan kekacauan dan kekaburan atas materi yang dipelajari.

Piaget