Hidayat Samin
A.
Ringkasan Teori Belajar Para Ahli Barat
1. Teori
Belajar Menurut Skinner
teori belajar B.F Skinner adalah sebagai berikut:
Beberapa unsur dasar
dalam teori operan kondisioning Skinner dijelaskan pada tabel berikut:
Unsur Dasar
|
Definisi
|
Asumsi
|
Perubahan tingkah
laku ialah fungsi dari kondisi dari lingkungan dan peristiwa
|
Belajar
|
Perubahan tingkah
laku ditunjukkan oleh meningkatnya keseringan respon.
|
Hasil belajar
|
Respons yang baru
(tingkah laku)
|
Komponen Belajar
|
(SD)-(R)-(R Reinsf)
|
Perancangan
pembelajaran untuk belajar yang kompleks
|
Merancang urutan
stimulus – respon – penguatan untuk mengembangkan himpunan respons kompleks.
|
Isi pokok dalam
merancang pembelajaran
|
Pemindahan kendali
stimulus, waktu penguatan; menghindarkan hukuman.
|
Teori belajar operan kondisioning Skinner memberi banyak kontribusi
untuk praktik pengajaran. Konsekuensi penguatan dan hukuman adalah bagian dari
kehidupan dan murid. Jika dipakai secara efektif, pandangan teori ini akan
mendapat membantu para guru dalam pengelolaan kelas. Demikian pula
prinsip-prinsip dan hukum-hukum belajar yang tertuang dalam teori ini akan
membantu guru dalam menggunakan pendekatan pengajaran yang cocok untuk mencapai
hasil belajar dan perubahan tingkah laku yang positif bagi anak didik.
kritik terhadap teori pengkondisian operan Skinner adalah seluruh
pendekatan itu terlalu banyak menekankan pada control eksternal atas perilaku
murid. Teori ini berpandangan bahwa strategi yang lebih baik adalah membantu
murid belajar mengontrol perilaku mereka sendiri dan menjadi termotivasi secara
internal. Beberapa kritikus mengatakan bahwa bukan ganjaran dan hukuman yang akan
mengubah perilaku, namun keyakinan atau ekspektasi bahwa perbuatan tertentu
akan diberi ganjaran atau hukuman. atau dengan kata lain teori behaviorisme
tidak memberi cukup perhatian pada proses kognitif dalam proses belajar.
2. Ivan
Petrovich Pavlov (1849-1936).
Ivan Petrovich Pavlov
(1849-1936) adalah seorang behavioristik terkenal dengan teori pengkondisian
asosiatif stimulus-respons.
Menurut teori conditioningPavlov, belajar itu adalah suatu proses
perubahan yang terjadi karena adanya syarat-syarat (conditions)
yang kemudian menimbulkan reaksi (response).
Eksperimen Pavlov:
Anjing, bila diberikan sebuah makanan (UCS) maka secara otonom anjing akan
mengeluarkan air liur (UCR).Jika anjing dibunyikan sebuah bel maka ia tidak
merespon atau mengeluarkan air liur.Sehingga dalam eksperimen ini anjing
diberikan sebuah makanan (UCS) setelah diberikan bunyi bel (CS) terlebih
dahulu, sehingga anjing akan mengeluarkan air liur (UCR) akibat pemberian
makanan. Setelah perlakukan ini dilakukan secara berulang-ulang, maka ketika
anjing mendengar bunyi bel (CS) tanpa diberikan makanan, secara otonom anjing
akan memberikan respon berupa keluarnya air liur dari mulutnya (CR).
Aplikasi teori Pavlov
dalam pembelajaran adalah dengan guru tidak banyak memberi ceramah, tetapi instruksi
singkat yng diikuti contoh-contoh baik dilakukan sendiri maupun melalui
simulasi. Bahan pelajaran disusun secara hierarki dari yang sederhana sampai
pada yang kompleks.
3. Robert Gagne ( 1916-2002).
Gagne adalah
seorang psikolog pendidikan berkebangsaan amerika yang terkenal dengan
penemuannya berupa condition of learning. Gagne pelopor dalam instruksi pembelajaran yang dipraktekkannya dalam
training pilot AU Amerika. Ia kemudian mengembangkan konsep terpakai dari teori
instruksionalnya untuk mendisain pelatihan berbasis komputer dan belajar
berbasis multi media. Teori Gagne banyak dipakai untuk mendisain software
instruksional.
Gagne disebut sebagai Modern Neobehaviouris mendorong guru untuk
merencanakan instruksional pembelajaran agar suasana dan gaya belajar dapat
dimodifikasi. Ketrampilan paling rendah menjadi dasar bagi pembentukan
kemampuan yang lebih tinggi dalam hierarki ketrampilan intelektual. Guru harus
mengetahui kemampuan dasar yang harus disiapkan. Belajar dimulai dari hal yang
paling sederhana dilanjutnkan pada yang lebih kompleks ( belajar SR,
rangkaian SR, asosiasi verbal, diskriminasi, dan belajar konsep) sampai pada
tipe belajar yang lebih tinggi (belajar aturan
dan pemecahan masalah). Prakteknya gaya belajar tersebut tetap
mengacu pada asosiasi stimulus respon.
Implikasi Teori Gagne dalam Pembelajaran
a.
Mengontrol
perhatian siswa.
b.
Memberikan
informasi kepada siswa mengenai hasil belajar yang diharapkan guru.
c.
Merangsang dan
mengingatkan kembali kemampuan-kemampuan siswa.
d.
Penyajian
stimuli yang tak bisa dipisah-pisahkan dari tugas belajar.
e.
Memberikan
bimbingan belajar.
f.
Memberikan
umpan balik.
g.
Memberikan
kesempatan pada siswa untuk memeriksa hasil belajar yang telah dicapainya.
h.
Memberikan
kesempatan untuk berlangsungnya transfer of learning.
i.
Memberikan
kesempatan untuk melakukahn praktek dan penggunaan kemampuan yang baru
diberikan.
4.
Teori belajar Piaget
Piaget mengemukakan penahapan
dalam perkembangan intelektual anak yang dibagi ke dalam empat periode, yaitu :
Periode sensori-motor ( 0 – 2,0
tahun )
Periode pra-operasional (2,0 –
7,0 tahun )
Periode operasional konkret ( 7,0
– 11,0 tahun )
Periode opersional formal ( 11,0
– dewasa )
Terori Piaget mengenai
perkembangan kognitif mendenisikan kembali intelegensi, pengetahuan, dan hubungan dengan lingkungannya. Perkembangan kognitif mempunyai 4 aspek yaitu kematangan, pengalaman,
interaksi social, dan ekuilibrasi
Menurut Piaget setiap organisme
hidup cenderung untuk melakukan adaptasi dan organisasi. Dalam proses adaptasi
dan organisasi rerdapat 4 konsep dasar yaitu skema, asimilasi, akomodasi, dan
ekuilibrasi
Skema adalah struktur kognitif
yang digunakan organisme untuk mengadaptasi diri terhadap lingkungannya dan
menata lingkungan itu secara intelektual.
Asimilasi adalh proses yang
digunakan seseorang untuk mengintegrasikan bahan persepsi baru atau stimuklus
baru ke dalam skemata atai pola perilaku yang sudah ada.
5. Teori pembelajaran vygosky
Teori Vygotsky merupakan teori yang lebih mengacu pada
kontruktivisme. Karena ia lebih menekan pada hakikat pembelajaran
sosiokultural.
konsep teori perkembangan kognitif vygotsky berikut terdapat pada tiga hal:
a) hukum genetic tentang perkembangan (genetic law of development)
b) zona perkembangan proksimal (zone of proximal development)
c) mediasi
Vygotsky mengemukakan tiga kategori pencapaian siswa dalam upayanya memecahkan permasalahan, yaitu (1) siswa mencapai keberhasilan dengan baik, (2) siswa mencapai keberhasilan dengan bantuan, (3) siswa gagal meraih keberhasilan.
konsep teori perkembangan kognitif vygotsky berikut terdapat pada tiga hal:
a) hukum genetic tentang perkembangan (genetic law of development)
b) zona perkembangan proksimal (zone of proximal development)
c) mediasi
Vygotsky mengemukakan tiga kategori pencapaian siswa dalam upayanya memecahkan permasalahan, yaitu (1) siswa mencapai keberhasilan dengan baik, (2) siswa mencapai keberhasilan dengan bantuan, (3) siswa gagal meraih keberhasilan.
6. Bruner
Jerome Bruner adalah tokoh psikologi belejar kognitif yang
berpendapat bahwa belajar itu memiliki tiga proses secara simultan yakni:
(a)
diperolehnya informasi
(b)
transformasi
pengetahuan, dan
(c)
pengkajian pengetahuan
(evaluasi).
Informasi baru mungkin merupakan tambahan atau yang
bertentangan dengan informasi yang telah dimilikinya. Transformasi pengetahuan
digunakanlebih lanjut melalui intrapolasi dan ekstrapolasi atau mengubahnya
dalam bentuk lain. Pengkajian pengetahuan adalah menilai kembali ketetapan dan
kelengkapan cara memanipulasi informasi yang telah digunakannya. Bruner
menamakan konsep ini dengan konseptualisasi. Pengajaran yang baik hendaknya
memperhatikan dan mencakup:
(a)
pengalaman optimal
dalam belajar siswa
(b)
struktur pengetahuan
yang dapat membentuk pengalaman optimal
(c)
urutan penyajian bahan
pelajaran
(d)
peranan sukses dan
gagal
(e)
merangsang berpikir
siswa.
B.
Tabel perbandingan teori para ahli
No
|
Nama
penemu
|
Tahun
ditemukan
|
Isi
|
Kelebihan
|
Kekurangan
|
Beda antar teori
|
1
|
B.F
Skinner
|
1930-an
|
Menurut
Skinner Inti dari teori behaviorisme Skinner adalah Pengkondisian operan
(kondisioning operan). Pengkondisian operan adalah sebentuk pembelajaran
dimana konsekuensi-konsekuensi dari prilaku menghasilkan perubahan dalam
probabilitas prilaku itu akan diulangi. Ada 6 asumsi yang membentuk landasan
untuk kondisioning operan (Margaret E. Bell Gredler, hlm 122). Asumsi-asumsi
itu adalah sebagai berikut:
1. Belajar itu adalah tingkah laku.
2. Perubahan tingkah-laku (belajar)
secara fungsional berkaitan dengan adanya perubahan dalam kejadian-kejadian
di lingkungan kondisi-kondisi lingkungan.
3. Hubungan yang berhukum antara
tingkah-laku dan lingkungan hanya dapat di tentukan kalau sifat-sifat
tingkah-laku dan kondisi eksperimennya di devinisikan menurut fisiknya dan di
observasi di bawah kondisi-kondisi yang di control secara seksama.
4. Data dari studi eksperimental
tingkah-laku merupakan satu-satunya sumber informasi yang dapat di terima
tentang penyebab terjadinya tingkah laku.
|
Pada teori
ini, pendidik diarahkan untuk menghargai setiap anak didiknya. hal ini
ditunjukkan dengan dihilangkannya sistem hukuman. Hal itu didukung dengan
adanya pembentukan lingkungan yang baik sehingga dimungkinkan akan
meminimalkan terjadinya kesalahan.
aplikasi
Pengkondisian operan telah dilakukan diluar riset laboratorium, antara lain
dikelas, rumah, setting bisnis, rumah sakit,
dan tempat lain di dunia nyata
|
teori ini
berdasarkan analisa teknologi (Margaret E. B. G. 1994) adalah bahwa: (i)
teknologi untuk situasi yang kompleks tidak bisa lengkap; analisa yang
berhasil bergantung pada keterampilan teknologis, (ii) keseringan respon
sukar diterapkan pada tingkah laku kompleks sebagai ukuran peluang kejadian.
Disamping itu pula, tanpa adanya sistem hukuman akan dimungkinkan akan dapat
membuat anak didik menjadi kurang mengerti tentang sebuah kedisiplinan. hal
tersebuat akan menyulitkan lancarnya kegiatan belajar-mengajar. Dengan
melaksanakan mastery learning, tugas guru
akan menjadi semakin berat.
Beberapa Kekeliruan dalam
penerapan teori Skinner adalah penggunaan hukuman sebagai salah satu cara
untuk mendisiplinkan siswa. Menurut Skinner hukuman yang baik adalah anak
merasakan sendiri konsekuensi dari perbuatannya. Misalnya anak perlu
mengalami sendiri kesalahan dan merasakan akibat dari kesalahan. Penggunaan
hukuman verbal maupun fisik seperti: kata-kata kasar, ejekan, cubitan,
jeweran justru berakibat buruk pada siswa.
|
Berbeda dngan teori vaplov
|
2
|
Ivan Petrovich Pavlov
|
1849-936
|
Dalam
ekperimennya bagaimana cara untuk membentuk perilaku anjing agar ketika bunyi
bel di berikan ia akan merespon dengan mengeluarkan air liur walapun tanpa
diberikan makanan. Karena pada awalnya anjing tidak merespon apapun ketika
mendengar bunyi bel.
Jika
anjing secara terus menerus diberikan stimulus berupa bunyi bel dan kemudian
mengeluarkan air liur tanpa diberikan sebuah hadiah berupa makanan. Maka
kemampuan stimulus terkondisi (bunyi bel) untuk menimbulkan respons (air
liur) akan hilang. Hal ini disebut dengan extinction atau penghapusan.
teori
pengkondisian asosiatif stimulus-respons.
|
individu
tidak menyadari bahwa ia dikendalikan oleh stimulus yang berasal dari luas
dirinya, hal ini sangat membantu dan memudahkan pendidik dalam dunia
pendidikaan untuk melakukan pembelajran terhadap peserta didiknya.
|
jika kondsisi ini dialkakukan secara terus menerus,
maka ditakutkan murid akan mamilki rasa ketergantungan atas stimulus yang
berasal dari luar dirinya. Padahal seharusnya siswa didik atau anak harus
memilki stimulusdari dalam dirinya sendiri (self motivation) dalam
melakukan kegiatan belajar dan pemahaman yang diberikan oleh guru.
|
Berbeda dengan teori B.F Skinner
|
3
|
Robert Gagne
|
1916-2002
|
condition
of learning. instruksi pembelajaran yang dipraktekkannya dalam training pilot AU
Amerika. Ia kemudian mengembangkan konsep terpakai dari teori
instruksionalnya untuk mendisain pelatihan berbasis komputer dan belajar
berbasis multi media.
sebagai Modern Neobehaviouris mendorong guru untuk merencanakan
instruksional pembelajaran agar suasana dan gaya belajar dapat dimodifikasi.
Ketrampilan paling rendah menjadi dasar bagi pembentukan kemampuan yang lebih
tinggi dalam hierarki ketrampilan intelektual. Guru harus mengetahui
kemampuan dasar yang harus disiapkan. Belajar dimulai dari hal yang paling
sederhana dilanjutnkan pada yang lebih kompleks ( belajar SR,
rangkaian SR, asosiasi verbal, diskriminasi, dan belajar konsep) sampai pada
tipe belajar yang lebih tinggi (belajar aturan
dan pemecahan masalah). Prakteknya gaya belajar tersebut
tetap mengacu pada asosiasi stimulus respon.
|
mendorong
guru untuk merencanakan pembelajaran yang akan dilakukan. Sehingga
pembelajaran menjadi lebih terarah dan terstruktur. Selain itu agar suasana
dan gaya belajar dapat dimodifikasi sebaik mungkin. Dimana inti dari kegiatan
pembelajaran adalah menyajikan cirri-ci stimulis,memberikan pedoman
belajar,memunculkan kinerja,dan memberikan tanggapan dan umpan balik,
Memperoleh kemampuan yang membutuhkan
praktek dan kebiasaan
Cocok
untuk melatih anak-anak yang masih membutuhkan dominasi orang tua, sehingga
dapat dikendalikan
|
Pembelajaran
siswa yang berpusat pada guru (teacher centered learning), dimana guru
bersifat otoriter, komunikasi berlangsung satu arah, guru melatih dan
menentukan apa yang harus dipelajari murid.
Bersifat
meanistik
Hanya
berorientasi pada hasil yang diamati dan diukur
Murid
hanya mendengarkan dengan tertib penjelasan guru dan menghafalkan apa yang
didengar dan dipandang sebagai cara belajar yang efektif.
|
|
4.
|
piaget
|
1972
|
Teori ini
menjelaskan bagaimana anak beradaptasi dengan mengintepretasikan objek
keajian-kejadian disekitarnya. Bagaimana anak mempelajari ciri-ciri dan
fungsi dari objek-objek, seperti mainan, perabot, dan makanan, serta
objek-objek social seperti diri, orang tua dan teman.
Dalam teori
ini masa remaja awal adalah tahap dimana anak berpikir konkret secara
operasional menuju ke berfikir formal secara operasional pula. Piaget
mengakui bahwa perubahan otak pada masa pubertas mungkin diperlukan untuk
kemajuan kognitif pada usia remaja. Tahap-tahap perkembangan kognitif piaget:
a.
Sensori-motorik (0-2 tahun)
Menunjuk pada
konsep permanensi objek, yaitu kecakapan psikis untuk mengerti bahwa suatu
objek masih tetap ada. Meskipun pada waktu itu tidak tampak oleh kita dan
tidak bersangkutan dengan aktivitas pada waktu itu. Tetapi, pada stadium ini
permanen objek belum sempurna.
b.
Praoperasional (2-7 tahun)
Perkembangan
kemampuan menggunakan simbol-simbol yang menggambarkan objek yang ada di
sekitarnya. Berpikir masih egosentris dan berpusat.
c. Operasional
(7-11 tahun)
Mampu berpikir
logis. Mampu konkret memperhatikan lebih dari satu dimensi sekaligus dan juga
dapat menghubungkan dimensi ini satu sama lain. Kurang egosentris. Belum bisa
berpikir abstrak.
d. Operasional
Formal (11 tahun-dewasa)
Mampu berpikir
abstrak dan dapat menganalisis masalah secara ilmiah dan kemudian
menyelesaikan masalah.
|
Menjadikan
siswa lebih kreatif dan mandiri.
Membantu siswa
memahami bahan belajar secara lebih mudah.
Dapat
meningkatkan kemampuan siswa untuk memecahkan masalah (problem solving
Dapat
meningkatkan motivasi
|
Teori ini
tidak menyeluruh untuk semua tingkat pendidikan.
Sulit
dipraktikkan, khususnya di tingkat lanjut.
Tidak dapat diukur
hanya satu orang siswa saja, melainkan kita harus melihat kemampuan mereka
|
Berbeda dengan teori behavior
|
5
|
Lev vygotsky
|
1962
|
1. Teori belajar Vygotsky memberi penekanan pada
hakikat sosiokultural dari pembelajaran. Vygotsky menyatakan bahwa
pembelajaran terjadi apabila peserta didik bekerja atau belajar dalam zone of
proximal development. Zone of proximal developmnet merupakan celah antara
actual development dan potensial development, dimana antara apakah seorang
anak dapat melakukan sesuatu tanpa bantuan orang dewasa dan apakah seorang
anak dapat melakukan sesuatu dengan arahan orang dewasa atau kerjasama dengan
teman sebaya
2. Teori Vigotsky dalam kegiatan pembelajaran juga
dikenal apa yang dikatakan scaffolding yaitu memberikan sejumlah besar
dukungan kepada anak selama tahap-tahap awal pembelajaran dan kemudian
mengurangi bantuan dan memberikan kesempatan kepada anak itu untuk mengambil
tanggung jawab yang semakin besar segera setelah ia mampu melakukannya
sendiri
3. Bentuk penerapan teori belajar Vygotsky adalah
melalui metode pembelajaran kooperatif dan metode pembelajaran peer tutoring
(tutor sebaya).
4. Metode Pembelajaran Kooperatif adalah suatu
metode pembelajaran yang menekankan pada sikap atau perilaku bersama dalam
bekerja atau membantu di antara sesama dalam struktur kerjasama yang teratur
dalam kelompok, yang terdiri dari dua orang atau lebih
5. Pembelajaran dengan tutor sebaya adalah sebuah
prosedur siswa mengajar siswa lainnya. Pembelajaran dengan tutor sebaya
dilakukan atas dasar bahwa ada sekelompok siswa yang lebih mudah bertanya,
lebih terbuka dengan teman sendiri dibandingkan dengan gurunya.
|
Anak memperoleh kesempatan yang luas untuk
mengembangkan zona perkembangan proksimalnya atau potensinya melalui belajar
dan berkembang.
2) Pembelajaran
perlu lebih di kaitkan dengan tingkat perkembangan potensialnya daripada
tingkat perkembangan aktualnya.
3) Pembelajaran
lebih diarahkan pada penggunaan strategi untuk mengembangkan kemampuan
intermentalnya dari pada kemampuan intramentalnya.
4) Anak diberi
kesempatan yang luas untuk mengintegrasikan pengetahuan deklaratif yang telah
dipelajarinya dengan pengetahuan procedural yang dapat digunakan untuk
melakukan tugas-tugas dan memecahkan masalah.
|
D alam bahasan
kekurangan atau kelemahan ini mungkin bisa kita lihat dalam proses belajarnya
dimana peran guru sebagai pendidik sepertinya kurang begitu mendukung.
|
Piaget
|
6
|
Jerome bruner
|
1964
|
pada teori belajar yang lain yaitu tentang ”Discovery Learning”
yaitu belajar dengan menemukan konsep sendiri. Disamping itu, karena teori
Bruner ini banyak menuntut pengulangan-pengulangan, maka desain yang
berulang-ulang itu disebut ”kurikulum spiral (a Spiral Curriculum)”.
Secara singkat, kurikulum spiral menuntut guru untuk memberi materi pelajaran
setahap demi setahap dari yang sederhana ke yang kompleks, dimana materi yang
sebelumnya sudah diberikan suatu saat muncul kembali secara terintegrasi di
dalam suatu materi baru yang lebih kompleks. Demikian seterusnya sehingga
siswa telah mempelajari suatu ilmu pengetahuan secara utuh.Menurut Bruner cara menyajikan
pelajaran harus disesuaikan dengan derajat berfikir anak. Ada tiga tahap
berfikir anak yaitu tahap enaktif, ikonik, dan simbolik.
|
1.
Belajar penemuan dapat digunakan untuk menguji apakah belajar sudah bermakna.
2.
Pengetahuan yang diperoleh si belajar akan tertinggal lama dan mudah diingat.
3.
Belajar penemuan sangat diperlukan dalam pemecahan masalah sebab yang
diinginkan dalam belajar agar si belajar dapat mendemonstrasikan pengetahuan
yang diterima.
4.
Transfer dapat ditingkatkan di mana generalisasi telah ditemukan sendiri oleh
si belajar daripada disajikan dalam bentuk jadi.
5.
Penggunaan belajar penemuan mungkin mempunyai pengaruh dalam menciptakan
motivasi belajar.
6.
Meningkatkan penalaran si belajar dan kemampuan untuk berfikir secara bebas.
|
Belajar Penemuan ini memerlukan kecerdasan
anak yang tinggi. Bila kurang cerdas, hasilnya kurang efektif.
2.
Teori belajar seperti ini memakan waktu cukup lama dan kalau kurang terpimpin
atau kurang terarah dapat menyebabkan kekacauan dan kekaburan atas materi
yang dipelajari.
|
Piaget
|