Minggu, 20 September 2015

apakah kita kenal dengan diri yang sebenar diri pada kita..

Di dalam Al-Qur'an surat at-tariq yang artinya "hendaklah manusia memikirkan dari apa ia diciptakan"
Manusia itu tersusun dari dua macam unsur yakni tubuh kasar dan roh halus.

Dengan tubuhnya, maka manusia itu dapat bergerak dan merasakan segala sesuatu.

Dengan rohnya, maka manusia itu dapat menemukan, mengingat, berfikir, mengetahui, berkehendak, memilih, mencintai, membenci dan sebagainya.

Asal mula tubuh manusia itu adalah tanah. Hal ini kiranya sudah merupakan kepastian yang mau tidak mau harus diakuinya. Ini dapat dibuktikan bahwa baru saja manusia itu meninggal dunia, ia sudah akan beralih lagi kepada unsurnya yang pertama kali yang sama sekali tidak berbeda dengan unsur-unsur yang terdapat dalam tanah atau bumi.

Andaikata seseorang manusia mengambil segenggam tanah dari bumi yang subur, kemudian diuraikan dengan penguraian secara kimia, pasti ia akan mendapat kesimpulan bahwa tanah itu tersusun dari berbagai unsur. Selanjutnya andaikata ia mengambil sepotong dari tubuh manusia lalu melakukan penyelidikan dan penguraian secara kimia pula, pasti ia akan mendapatkan kesimpulan bahwa tubuh manusia itu pun tersusun dari unsure-unsur yang juga sama dengan unsur-unsur yang ada di dalam tanah itu.

Para sarjana kimia telah menyebutkan berbagai unsur yang daripadanya itu tersusunnya tubuh manusia. Mereka mengatakan:

"Dalam tubuh manusia itu terdapat karbon yang cukup untuk membuat sebanyak 9000 buah tangkai pena.

Juga di situ terdapatlah fosfor yang cukup untuk membuat 2000 kepala tangkai korek api.

Di dalamnya terdapat pula zat-zat lain yaitu besi, kapur, potasium, garam, magnesium, gula dan belerang.

Benda-benda itu semua termasuk benda-benda tambang yang daripadanya tersusunnya gumpalan tanah di bumi itu."

Adapun yang mengenai persoalan roh, maka sampai saat ini pun masih tetap merupakan perbincangan yang hangat antara para cerdik cendekiawan, para sarjana terutama dengan ahli falsafat. Perdebatan mengenai hal itu masih terus ada, pendapat-pendapat baru banyak timbul dan seminar-seminar perihal persoalan roh itu pun masih banyak diadakan. Namun demikian belum juga sampai kepada pokok tujuan, sehingga dapat menemukan titik terakhir dari suatu pendapat yang menentukan. Dari pihak sana dan pihak sini pun terdengar keluhan: "Belum memuaskan....."

Sementara itu kita harus mengetahui bagaimana Al-Quran memberikan petunjuknya dalam hal ini? Jelaslah bahwa sejak diturunkannya, Al-Quran telah memberikan jawabannya perihal persoalan yang kiranya merupakan suatu jawaban yang tidak dapat dibantah lagi. Ini pun menunjukkan salah satu tanda kemukjizatannya dari sekian banyak kemukjizatan yang dapat ditunjukkan oleh AI-Quran itu sendiri.

Apakah firman Allah Ta'ala mengenai roh ini?

"Dan orang-orang itu sama bertanya kepadamu (Muhammad) mengenai roh. Katakanlah: "Roh itu adalah urusan Tuhanku dan kamu semua tidaklah diberi ilmu pengetahuan melainkan hanya sedikit sekali.” (Al-Isra': 85)

bersambung.....................

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

yang relepan dan pantas